Pengertian Kelompok
Kelompok adalah himpunan atau kesatuan manusia yang saling
berinteraksi,dan saling bergantung untuk mencapai sasaran-sasaran tertentu. kelompok
terdiri dua orang atau lebih, dan satu sama lain sadar bahwa mereka merupakan bagian
yang tidak terpisahkan. Di dalam berinteraksi, mereka melakukan hubungan timbal
balik dan saling pengaruh mempengaruhi.
Tujuan
kelompok hendaknya ditentukan bersama-sama. Sebagai titik awal dalam membangun
kelompok, tujuan kelompok adalah arah bagi berjalannya kelompok dalam melakukan
aktifitas atau kegiatan yang akan dilakukan, dan ini menjadi begitu penting
dalam membangun kelompok. Dasar pandangan dalam membentuk
kelompok itu sendiri bisa berdasarkan dari berbagai macam hal. Mulai dari
kelompok orang yang mempunyai hobi yang sama, aktivitas yang sama, sampai
kelompok orang yang berasal dari suatu daerah yang sama.
Hal kedua yang menjadi penting dalam pembangunan kelompok adalah bagaimana melanggengkan atau mengupayakan eksisnya suatu kelompok. Tentang ini, sangat ditentukan oleh individu-individu yang ada dalam kelompok itu sendiri. Untuk itu, yang harus dimiliki individu-individu yang berkelompok adalah adanya sebuah ikatan sosial diantara mereka yang diharapkan akan menimbulkan rasa kepemilikan dan kepedulian individu pada kelompok yang telah didirikan.
Hal kedua yang menjadi penting dalam pembangunan kelompok adalah bagaimana melanggengkan atau mengupayakan eksisnya suatu kelompok. Tentang ini, sangat ditentukan oleh individu-individu yang ada dalam kelompok itu sendiri. Untuk itu, yang harus dimiliki individu-individu yang berkelompok adalah adanya sebuah ikatan sosial diantara mereka yang diharapkan akan menimbulkan rasa kepemilikan dan kepedulian individu pada kelompok yang telah didirikan.
Definisi Kelompok Menurut Para Ahli
Menurut Homans (1950)
kelompok
adalah sejumlah individu berkomunikasi satu dengan yang lain dalam jangka waktu
tertentu yang jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tiap orang dapat
berkomunikasi dengan semua anggota secara langsung. (Sumber :
http://soniacinantya-psikologi.blogspot.com/2010/10/pengertian-kelompok-menurut-para-tokoh.html
)
Menurut Robert K. Merton
Menurut Robert K. Merton
kelompok
merupakan sekelompok orang yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang
telah mapan, sedangkan kolektiva merupakan orang yang mempunyai rasa
solidaritas karena berbagai niai bersama dan yang telah memiliki rasa kewajiban
moral untuk menjalankan harapan peran.
(sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )
Menurut Achmad S. Ruky
(sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )
Menurut Achmad S. Ruky
Kelompok
adalah sejumlah orang yang berhubungan (berinteraksi) antara satu dan yang
lainnya, yang secara psikologis sadar akan kehadiran yang lain dan yang
menganggap diri mereka sebagai suatu kelompok. (Sumber :
http://carapedia.com/pengertian_definisi_kelompok_info2162.html )
Menurut Muzafer Sherif
Menurut Muzafer Sherif
Kelompok
adalah kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih individu yang
telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur, sehingga di
antara individu itu sudah terdapat pembagian tugas, struktur dan norma-norma
tertentu.
(Sumber: http://oktavya.wordpress.com/2010/10/01/pengertian-kelompok/ )
Menurut De Vito (1997)
(Sumber: http://oktavya.wordpress.com/2010/10/01/pengertian-kelompok/ )
Menurut De Vito (1997)
kelompok
merupakan sekumpulan individu yang cukup kecil bagi semua anggota untuk
berkomunikasi secara relatif mudah. Para anggota saling berhubungan satu sama
lain dengan beberapa tujuan yang sama dan memiliki semacam organisasi atau
struktur diantara mereka. Kelompok mengembangkan norma-norma, atau peraturan
yang mengidentifikasi tentang apayang dianggap sebagai perilaku yang diinginkan
bagi semua anggotanya.
(sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )
(sumber : http://jl-hengki.blogspot.com/2011/08/definisi-kelompok.html )
Menurut
Cartwright&Zander
(1968; Lewin, 1948)
Kelompok adalah kumpulan dari dua
orang atau lebih yang berinteraksi dan mereka saling bergantung
(interdependent) dalam rangka memenuhi kebutuhan dan tujuan bersama, meyebabkan
satu sama lain saling mempengaruhi.
Menurut
Robbins Pearson
kelompok adaah
alat implementasi yang sangat efektif
Nicholas
Evans
kelompok
merupakan kumpulan individu-individu yang diikat oleh tingkah laku atau
kepentingan yang sama
Menurut Antonius
Atoshoki
kelompok
merupakan suatu arena terjadinya konflik
Menurut
Wila Huky
kelompok
merupakan suatu unit yang terdiri dari dua orang atau lebih, yang saling
berinteraksi atau saling berkomunikasi
Menurut
Paul B. Horton
Kelompok
merupakan setiap kumpulan manusia secara fisik (misalnya, sekelompok orang yang
sedang menunggu bus kota)
Menurut Adler & Rodman
Kelompok adalah
sekumpulan kecil orang yg saling berinteraksi, biasanya tatap muka dlm waktu yg
lama guna mencapai tujuan tertentu. Ada 4 elemen kelompok yaitu:
interaksi, waktu, ukuran, tujuan.
Karakteristik Kelompok
Karakteristik Kelompok
·
Terdiri
dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal
maupun non verbal.
·
Anggota
kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi
anggota suatu kelompok
·
Mempunyai
struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara
bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
·
Anggota
kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
·
Individu
yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu
sama lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
Karakteristik Kelompok Menurut Para Ahli
Karakteristik
Kelompok (Sorsyth, 1979), yaitu:
·
Interaksi → Fisik, verbal, nonverbal, emosional
·
Struktur → Pola hubungan yang stabil diantara
anggota
-Role yang telah diharapkan dan
seseorang yang telah menduduki
-Norma Aturan yang mengidentifikasi
atau mendeskripsikan perilaku yang tepat
-Relasi antar anggota
·
Tujuan
-Intrinsik
-Ekstrinsik (tujuan bersama):
a.
Faktor pemersatu paling kuat (ex: olah raga)
b.
Memotivasi perilaku tertentu sehingga tujuan tercapai
·
Groupness → entitavity (kesatuan) : Tingkat
dimana kesatuan kekuatan tunggal menyatu
·
Ketergantungan Dinamis
Tahap Pembentukan Kelompok
Pembentukan kelompok merupakan salah satu langkah awal terjadinya interaksi
antar individu satu dengan yang lain, karena dengan terjadinya proses
pembentukan kelompok akan terpenuhi kebutuhan dalam berkelompok. Pembentukan
sebuah kelompok dapat diawali dengan adanya persepsi, perasaan atau motivasi,
dan tujuan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Proses pembentukan kelompok
dimulai dari adanya perasaan/persepsi yang sama untuk memenuhi kebutuhan, dari
perasaan ini akan muncul motivasi dalam memenuhi kebutuhan, kemudian menetukan
tujuan yang sama dan akhirnya terjadi interaksi, sehingga terwujudlah sebuah
kelompok. Pada tahap awal pembentukan kelompok ini akan ditentukan kedudukan
masing-masing individu, siapa yang menjadi ketua dan siapa yang menjadi
anggotanya. Dalam perjalanan kelompok akan terjadi interaksi antar anggota yang
memungkinkan terjadinya perpecahan (konflik), tapi konflik ini biasanya
bersifat sementara karena manfaat kelompok ini lebih besar, maka anggota akan
menyesuaikan diri karena kepentingan bersama dan setelah itu perubahan kelompok
akan mudah terjadi.
Dasar Pembetukan Kelompok
Langkah
proses pembentukan diawali dengan pembentukan kelompok, dalam proses selanjutnya
didasarkan adanya hal-hal berikut :
Persepsi
Pembagian kelompok diharapkan mempunyai kemampuan yang berimbang, apabila ada anggota yang mempunyai tingkat intelegensi rendah, maka anggota yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi mampu menginduksi anggota yang lain, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang mencolok.
Pembagian kelompok diharapkan mempunyai kemampuan yang berimbang, apabila ada anggota yang mempunyai tingkat intelegensi rendah, maka anggota yang mempunyai tingkat intelegensi tinggi mampu menginduksi anggota yang lain, sehingga tidak terjadi ketimpangan yang mencolok.
Motivasi
Pembagian kekuatan yang berimbang akan memotivasi setiap anggota kelompok untuk berkompetisi secara sehat, dalam mencapai tujuan kelompok.
Tujuan
Pembentukan kelompok diantaranya adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu dengan menggunakan metode diskusi ataupun kerjasama, seahingga di sini suatu kelompok memiliki tujuan yang sama dengan tujuan anggotanya.
Pembentukan kelompok diantaranya adalah untuk menyelesaikan tugas-tugas kelompok atau individu dengan menggunakan metode diskusi ataupun kerjasama, seahingga di sini suatu kelompok memiliki tujuan yang sama dengan tujuan anggotanya.
Organisasi
Pengorganisasian dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi, sehingga penyelesaian masalah kelompok menjadi lebih efektif dan efisien.
Pengorganisasian dimaksudkan untuk mempermudah koordinasi, sehingga penyelesaian masalah kelompok menjadi lebih efektif dan efisien.
Independensi
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok, yang dimaksud kebebasan disini adalah kebebasan anggota kelompok dalam menyampaikan ide dan pendapatnya. Kebebasan disesuaikan dengan aturan yang berlaku dalam kelompok, sehingga tidak mengganggu proses kelompok.
Kebebasan merupakan hal penting dalam dinamika kelompok, yang dimaksud kebebasan disini adalah kebebasan anggota kelompok dalam menyampaikan ide dan pendapatnya. Kebebasan disesuaikan dengan aturan yang berlaku dalam kelompok, sehingga tidak mengganggu proses kelompok.
Interaksi
Interaksi/hubungan timbal balik antar anggota kelompok merupakan syarat yang penting dalam kelompok, karena dengan adanya interaksi/hubungan timbal balik akan ada proses memberi dan menerima ilmu pengetahuan dari satu anggota ke anggota yang lain, sehingga transfer ilmu dapat berjalan (kebutuhan akan informasi terpenuhi).
Interaksi/hubungan timbal balik antar anggota kelompok merupakan syarat yang penting dalam kelompok, karena dengan adanya interaksi/hubungan timbal balik akan ada proses memberi dan menerima ilmu pengetahuan dari satu anggota ke anggota yang lain, sehingga transfer ilmu dapat berjalan (kebutuhan akan informasi terpenuhi).
Tahap Pembentukan Kelompok Menurut Para Ahli
Model pembentukan suatu kelompok pertama
kali diajukan oleh Bruce Tackman pada
1965. Teori ini dikenal sebagai salah
satu teori pembentukan kelompok yang terbaik dan menghasilkan banyak ide-ide
lain setelah konsep ini dicetuskan. Teori ini memfokuskan pada cara suatu
kelompok menghadapi suatu tugas mulai dari awal pembentukan kelompok hingga
proyek selesai.
Selanjutnya Tuckman menambahkan tahap
kelima yaitu adjourning dan transforming untuk melengkapi teori ini.
Forming
Pada tahap ini, kelompok baru saja
dibentuk dan diberikan tugas. Anggota kelompok cenderung untuk bekerja sendiri
dan walaupun memiliki itikad baik namun mereka belum saling mengenal dan belum
bisa saling percaya. Waktu banyak dihabiskan untuk merencanakan, mengumpulkan
infomasi dan mendekatkan diri satu sama lain.
Storming
Pada tahap ini kelompok mulai mengembangkan
ide-ide berhubungan dengan tugas yang mereka hadapi. Mereka membahas isu-isu
semacam masalah apa yang harus mereka selesaikan, bagaimana fungsi mereka
masing-masing dan model kepemimpinan seperti apa yang dapat mereka terima.
Anggota kelompok saling terbuka dan mengkonfrontasikan ide-ide dan perspektif
mereka masing-masing. Pada beberapa kasus, tahap storming cepat selesai. Namun
ada pula beberapa
kelompok yang mandek pada tahap ini.
Tahap storming sangatlah penting untuk perkembangan suatu kelompok. Tahap ini
bisa saja menyakitkan bagi anggota kelompok yang menghindari konflik. Anggota
kelompok harus memiliki toleransi terhadap perbedaan yang ada.
Norming
Terdapat kesepakatan dan konsensus
antara anggota kelompok. Peranan dan tanggung jawab telah jelas. Kelompok mulai
menemukan haromoni seiring dengan kesepakatan yang mereka buat mengenai
aturan-aturan dan nilai-nilai yang digunakan. Pada tahap ini, anggota kelompok
mulai dapat mempercayai satu sama lain seiring dengan mereka melihat kontribusi
penting masing-masing anggota untuk kelmpok.
Performing
Kelompok pada tahap ini dapat berfungsi
dalam menyelesaikan pekerjaan dengan lancar dan efektif tanpa ada konflik yang
tidak perlu dan supervisi eksternal. Anggota kelompok saling tergantung satu
sama lainnya dan mereka saling respek dalam berkomunikasi. Supervisor dari
kelompok ini bersifat partisipatif. Keputusan penting justru banyak diambil
oleh kelompok.
Adjourning
dan Transforming
Ini adalah tahap yang terakhir dimana
proyek berakhir dan kelompok membubarkan diri. Kelompok bisa saja kembali pada
tahap manapun ketika mereka mengalami perubahan (transforming). Misalnya jika
ada review mengenai goal ataupun ada perubahan anggota kelompok.
Kekuatan Team Work
Teamwork adalah "pekerjaan yang dilakukan oleh beberapa
asosiasi dengan masing-masing melakukan bagian tetapi semua mensubordinasi
keunggulan pribadi untuk efisiensi keseluruhan".
Teamwork atau kerja sama tim
merupakan bentuk kerja kelompok yang bertujuan untuk mencapai target yang sudah
disepakati sebelumnya. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan
berbagai pribadi yang menjadi satu pribadi untuk mencpai tujuan bersama. Tujuan
tersebut bukanlah tujuan pribadi, bukan tujuan ketua tim, bukan pula tujuan
dari pribadi paling populer di tim.
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan
adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa
jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan
A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan
dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu
sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan
pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun
dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan
dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari
latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan.
Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di
atas segalanya.
Sebagai
superior / leader, teruslah memberikan dukungan terhadap tim untuk saling
bekerja sama mencapai visi. Ingatkan bahwa benefit yang akan dinikmati juga
akan dinikmati bersama kelak. Jika kita sendiri adalah pemain timnya, maka
dukunglah apa yang sudah ditentukan oleh leader kita, dukung juga rekan yang
lainnya untuk bisa saling membantu dalam proses pencapaian visi tersebut.
Tim tidak hanya penting dan
bermanfaat bagi organisasinya saja, tetapi juga memberi manfaat bagi individu
para anggotanya. Tim dapat menyediakan kepuasan sosial bagi para anggotanya
maka perasaan pemilikasn dan dukungan terhadap tim akan berkurang, manfaat lain
dari tim adalah meningkatkan komunikasi interpersonal diantara para anggotanya.
Secara lebih rinci manfaat bekerjasama dalam tim adalah sebagai berikut :
Secara lebih rinci manfaat bekerjasama dalam tim adalah sebagai berikut :
Manfaat bagi organisasi :
·
Meningkatkan
produktivitas kerja
·
Meningkatakan
kualitas kerja
·
Meningkatkan mentalitas kerja
·
Meningkatkan kemajuan organisasi
Manfaat bagi anggota :
·
Stress
atau beban kerja akibat pekerjaan akan berkurang
·
Tanggung jawab atas pekerjaan dipikul bersama
·
Memperoleh balas jasa dan penghargaan
·
Sebagai media aktualisasi diri
·
Dapat menyalurkan bakat dan kemampuan
Berikut poin-poin teamwork yang baik
·
Teamwork
adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
·
Sama-sama
bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
·
Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang
Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
·
Ketika berada dalam teamwork, segala ego
pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
·
Dalam
teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
·
Keragaman
individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika
tidak ada saling pengertian.
·
Saling
pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal
sukses bersama.
·
Jika
setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera
terealisasi.
·
Individu
yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan
jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama
bermuara kemana?
·
Keahlian
masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat
proses pencapaian target.
·
Kendalikan
ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan
kerjasama.
·
Dengan
pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak
perlu waktu yang lama.
·
Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the
dream work’.
Manfaat
Teamwork
·
Menyelesaikan
tugas-tugas lebih cepat: Satu orang mengambil beberapa tugas tidak akan bisa
tampil di kecepatan yang sama sebagai sebuah tim bisa. Ketika orang bekerja
bersama-sama mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas lebih cepat dengan membagi
pekerjaan kepada orang-orang dari kemampuan dan pengetahuan yang berbeda.
·
Persaingan
yang sehat: Sebuah persaingan yang sehat dalam kelompok dapat digunakan untuk
memotivasi individu dan membantu tim unggul.
·
Mengembangkan
Hubungan: Sebuah tim yang terus bekerja sama akhirnya akan mengembangkan
peningkatan tingkat ikatan. Hal ini dapat membantu orang menghindari konflik
yang tidak perlu karena mereka telah menjadi akrab satu sama lain melalui kerja
tim. Peringkat anggota tim kepuasan mereka dengan tim berkorelasi dengan
tingkat proses kerja tim ini.
·
Setiap
orang memiliki kualitas yang unik: Setiap anggota tim dapat menawarkan
pengetahuan yang unik dan kemampuan untuk membantu meningkatkan anggota tim
lainnya. Melalui kerja tim berbagi kualitas ini akan memungkinkan anggota tim
untuk menjadi lebih produktif di masa depan.
·
Dalam
kesehatan: kerja sama tim dikaitkan dengan peningkatan keselamatan pasien.
JENIS TIM
Tim Formal
Tim
formal diciptakan oleh organisasi sebagai bagian dari struktur formal
organisasi. Dua jenis tim formal yang paling umum adalah tim vertikal dan tim
horizontal.
Tim Vertikal
Tim
vertikal terdiri dari seorang manajer dan para bawahannya dalam rantai komando
formal. Terkadang tim ini disebut tim fungsional atau tim
komando. Setiap tim diciptakan oleh organisasi untuk mencapai tujuan –
tujuan tertentu lewat aktifitas dan interaksi bersama para anggota.
Tim Horizontal
Tim
horizontal terdiri atas karyawan – karyawan dari tingkat hierarkis yang hamper
sama, tetapi dari bidang keahlian yang berbeda. Dua jenis tim horizontal yang
paling umum adalah angkatan tugas dan komite.
Tips bagaimana membuat tim yang
solid
Tentukan visi bersama
yang mau dicapai.
Langkah
pertama ini adalah langkah yang terpenting. Tanpa adanya penentuan sasaran atau
visi, ini akan membuat apa yang dikerjakan menjadi tidak terarah bahakan akan
menjadi salah sasaran. Untuk itu, cobalah luangkan waktu terlebih dahulu untuk
mengetahui apa yang sebenarnya menjadi visi yang mau dicapai.
Selalu ingatkan akan
visi bersama yang mau dicapai.
Visi
tidak hanya bisa dicapai dengan satu kali set lalu selesai. Survei membuktikan,
kalau visi secara terus – menerus diingatkan dalam waktu yang berkala, pasti
visi itu akan lebih mudah dicapai. Mengapa? Karena saat sudah mulai bergeser
tindakan yang mau diraih saat mengejar pencapaian visi tersebut, dengan visi
yang diingatkan kembali secara berkala akan membuat kita mengarahkan kembali ke
visi yang sudah ditentukan di awal.
Dukung untuk terjadinya
kerjasama untuk pencapaian visi.
Secara umum, untuk
membangun teamwork yang solid dibutuhkan beberapa syarat :
Jangan bersikap individualistis.
Dalam suatu tim yang solid, kita tidak boleh menunjukkan ego masing-masing. Setiap anggota tim harus keluar dari diri sendiri dan masuk ke dalam kesatuan tim. Adanya kesediaan untuk saling menghormati, saling memaafkan saling menerima kekurangan, dan memberi pelayanan satu sama lain. Dalam kondisi ini perlu ada kesediaan individu untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar yaitu perusahaan.
Dalam suatu tim yang solid, kita tidak boleh menunjukkan ego masing-masing. Setiap anggota tim harus keluar dari diri sendiri dan masuk ke dalam kesatuan tim. Adanya kesediaan untuk saling menghormati, saling memaafkan saling menerima kekurangan, dan memberi pelayanan satu sama lain. Dalam kondisi ini perlu ada kesediaan individu untuk meninggalkan kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar yaitu perusahaan.
Berikan kontribusi
Keberhasilan suatu teamwork hanya bisa dicapai karena adanya kontribusi dari setiap individu yang terlibat. Untuk itu setiap anggota tim harus mampu berperan sesuai dengan kompetensinya, sehingga satu sama lain bisa saling melengkapi. Masing-masing unit harus menjalankan tugas dan tanggung jawab, saling menyelaraskan antara upaya yang telah dilakukan satu unit dengan upaya unit lain dalam satu tim sehingga apa yang menjadi sasaran perusahaan dapat tercapai. Kebersamaan tim hanya dapat terwujud, manakala setiap orang atau unit dapat memainkan perannya semaksimal mungkin, dapat mengisi kekurangan unit lain dan bukannya saling menyalahkan.
Keberhasilan suatu teamwork hanya bisa dicapai karena adanya kontribusi dari setiap individu yang terlibat. Untuk itu setiap anggota tim harus mampu berperan sesuai dengan kompetensinya, sehingga satu sama lain bisa saling melengkapi. Masing-masing unit harus menjalankan tugas dan tanggung jawab, saling menyelaraskan antara upaya yang telah dilakukan satu unit dengan upaya unit lain dalam satu tim sehingga apa yang menjadi sasaran perusahaan dapat tercapai. Kebersamaan tim hanya dapat terwujud, manakala setiap orang atau unit dapat memainkan perannya semaksimal mungkin, dapat mengisi kekurangan unit lain dan bukannya saling menyalahkan.
Bersikap fleksibel
Dalam suatu tim, kita harus mampu bersikap fleksibel. Ada kesediaan untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan. Misalnya dulu biasa dilayani, sekarang harus merubah paradigma yaitu ada kesediaan untuk melayani. Selain itu kita juga perlu kreatif, bila satu cara tidak memberikan hasil, kita harus mampu mencari cara lain yang lebih efektif. Selalu ada keinginan mencoba gagasan baru dan cara-cara baru. Kita tidak boleh kaku dan terpaku pada kebiasaan lama atau keberhasilan masa lalu. Setiap tim harus menjadi ‘learning community’ artinya mereka harus cepat memetakan situasi serta mempelajari ketrampilan baru yang diperlukan untuk menjadi pemenang dalam situasi persaingan.
Dalam suatu tim, kita harus mampu bersikap fleksibel. Ada kesediaan untuk beradaptasi dengan tuntutan lingkungan. Misalnya dulu biasa dilayani, sekarang harus merubah paradigma yaitu ada kesediaan untuk melayani. Selain itu kita juga perlu kreatif, bila satu cara tidak memberikan hasil, kita harus mampu mencari cara lain yang lebih efektif. Selalu ada keinginan mencoba gagasan baru dan cara-cara baru. Kita tidak boleh kaku dan terpaku pada kebiasaan lama atau keberhasilan masa lalu. Setiap tim harus menjadi ‘learning community’ artinya mereka harus cepat memetakan situasi serta mempelajari ketrampilan baru yang diperlukan untuk menjadi pemenang dalam situasi persaingan.
Komunikasi
Ketika seluruh anggota tim tidak mementingkan diri sendiri, mampu bersikap fleksibel dan beradaptasi satu sama lain, maka tim mampu bersatu dalam kebersamaan. Untuk menjadi tim yang kuat, satu sama lain harus saling mengerti, saling memahami, saling memuji. Komunikasi adalah cara untuk saling mengenali satu sama lain. Dalam prosesnya, hubungan yang erat, dimana satu sama lain saling mengenal dengan baik, saling memahami sehingga dapat membaca apa yang sedang dibutuhkan yang lain tanpa harus mengatakannya.
Ketika seluruh anggota tim tidak mementingkan diri sendiri, mampu bersikap fleksibel dan beradaptasi satu sama lain, maka tim mampu bersatu dalam kebersamaan. Untuk menjadi tim yang kuat, satu sama lain harus saling mengerti, saling memahami, saling memuji. Komunikasi adalah cara untuk saling mengenali satu sama lain. Dalam prosesnya, hubungan yang erat, dimana satu sama lain saling mengenal dengan baik, saling memahami sehingga dapat membaca apa yang sedang dibutuhkan yang lain tanpa harus mengatakannya.
Komitmen
Setiap anggota harus memberikan komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini ditandai dengan sikap loyal, semangat untuk mencapai tujuan, berupaya untuk menampilkan hasil kerja yang berkualitas dan sempurna, bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya dan disiplin.
Setiap anggota harus memberikan komitmen yang tinggi dalam mencapai tujuan perusahaan. Hal ini ditandai dengan sikap loyal, semangat untuk mencapai tujuan, berupaya untuk menampilkan hasil kerja yang berkualitas dan sempurna, bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukannya dan disiplin.
Kepercayaan dan Saling Menghargai
Dengan saling percaya dan saling menghormati, tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kita. Dalam satu tim, kita harus menunjukkan kasih sayang dan kepedulian. Setaip anggota tim dapat saling bergantung dan berpegang bersama menempuh berbagai tekanan, menghadapi perlawanan, menghadapi persoalan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
Dengan saling percaya dan saling menghormati, tidak ada musuh yang dapat mengalahkan kita. Dalam satu tim, kita harus menunjukkan kasih sayang dan kepedulian. Setaip anggota tim dapat saling bergantung dan berpegang bersama menempuh berbagai tekanan, menghadapi perlawanan, menghadapi persoalan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.
Patuhilah Pemimpin
Dalam suatu tim, peran kepemimpinan juga cukup penting. Bagaimana sasaran bisa tercapai bila tidak ada pemimpin yang mampu menggerakkan anggotanya untuk mencapai sasaran perusahaan. Dalam kerja tim, anggota tim harus bersedia mematuhi pemimpinnya. Meski demikian, ini tidak berarti pemimpin harus menjadi tiran, yang hanya memaksakan kehendak, dan anggota hanya sebagai hamba saja. Pemimpin dan pemain adalah partner, dengan peran yang berbeda. Tetapi apabila anggota tim menentang, mengabaikan atau menggerogoti wibawa kepemimpinan, maka kebersamaan tim akan terpecah belah.
Dalam suatu tim, peran kepemimpinan juga cukup penting. Bagaimana sasaran bisa tercapai bila tidak ada pemimpin yang mampu menggerakkan anggotanya untuk mencapai sasaran perusahaan. Dalam kerja tim, anggota tim harus bersedia mematuhi pemimpinnya. Meski demikian, ini tidak berarti pemimpin harus menjadi tiran, yang hanya memaksakan kehendak, dan anggota hanya sebagai hamba saja. Pemimpin dan pemain adalah partner, dengan peran yang berbeda. Tetapi apabila anggota tim menentang, mengabaikan atau menggerogoti wibawa kepemimpinan, maka kebersamaan tim akan terpecah belah.
Berikut tugas dan tanggung jawab dalam tim
·
mewujudkan tujuan dan misi tim
·
memelihara kebersamaan dalam tim
·
mematuhi
dan melaksanakan ketentuan atau norma yang berlaku dalam tim
·
merealisasikan tugas dasn pekerjannya dengan
sebaik-baiknya
·
menjaga
nama baik dan kerahasiaan tim
·
menjamin
kelancaran pelaksanaan tugas dan pekerjaan tim
·
memberikan kontribusi yang nyata memajukan
kerjasama tim
·
ikut
berpasrtisipasi dalam pengambilan keputusan tim dengan penuh keiklasan dan rasa
tanggung jawab
Implikasi Managerial
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata
Implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya adalah
manajerial atau manajemen. jadi dalam kasus ini Implikasi manajerial team work
adalah keterlibatan manusia dalam kerja tim untuk saling membantu rekan satu
kelompoknya karena manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengerjakan
sesuatu sendiri, sudah ada keahlian masing-masing manusia untuk saling
melengkapi , begitu juga dalam manajerial, di butuhkan untuk adanya team work
untuk melengkapi satu sama lain dalam mengontrol suatu masalah lebih utama
dalam Implikasi Manajerial. Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan
produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan
efektivitas dari sumber daya yang ada. Para manajer memilih pendekatan ini dalam
rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut.Jadi
struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi
manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di
seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi, perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan perumusan tindakan.
Teori Managerial
Grid
Teori dikemukakan oleh Robert K. Blake dan Jane S. Mouton
yang membedakan dua dimensi dalam kepemimpinan, yaitu “concern for people” dan “concern
for production”. Pada dasarnya teori managerial grid ini mengenal lima gaya kepemimpinan yang didasarkan
atas dua aspek tersebut, yaitu :
·
Improvised artinya pemimpin menggunakan usaha yang paling sedikit
untuk menyelesaikan tugas tertentu dan hal ini dianggap cukup untuk
mempertahankan organisasi.
·
Country Club artinya kepemimpinann didasarkan kepada hubungan informal
antara individu artinya perhatian akan kebutuhan individu dengan persahabatan
dan menimbulkan suasana organisasi dan tempo kerja yang nyaman dan ramah.
·
Team yaitu kepemimpinan yang didasarkan bahwa keberhasilan suatu
organisasi tergantung kepada hasil kerja sejumlah individu yang penuh dengan
pengabdian dan komitmen. Tekanan untama terletak pada kepemimpinan kelompok
yang satu sama lain saling memerlukan. Dasar dari kepemimpinan kelompok ini
adalah kepercayaan dan penghargaan.
·
Task artinya pemimpin memandang efisiensi kerja sebagai factor
utama keberhasilan organisasi. Penampilan terletak pada penampilan individu
dalam organisasi.
·
Midle Road artinya kepemimpinan yang menekankan pada tingkat
keseimbangan antara tugas dan hubungan manusiawi , dengan kata lain kinerja
organisasi yang mencukupi dimungkinkan melalui penyeimbangan kebutuhan untuk
bekerja dengan memelihara moral individu pada tingkat yang memuaskan.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar