Minggu, 23 Maret 2014

Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi



Definisi Pengambilan Keputusan
Keputusan adalah tindakan yang diambil seseorang untuk memecahkan masalah. Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau asumsi lemah.

Definisi pengambilan keputusan menurut beberapa ahli
George R. Terry
pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.

Sondang P. Siagian
pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.

James A. F. Stoner
pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Ralph C. Davis (Hasan, 2004)
pengertian keputusan sebagai hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari rencana semula.

Mary Follet
pengertian keputusan sebagai suatu atau sebagai hokum situasi. Apabila semua fakta dari situasi itu dapat diperolehnya dan semuayang terlibat, baik pengawas maupun pelaksana mau mentaati hukumannya atau ketentuannya, maka tidak sama dengan mentaati perintah. Wewenang tinggal dijalankan, tetapi itu merupakan wewenang dari hukum situasi.

Prajudi Atmosudirjo
keputusan adalah suatu pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah dengan menjatuhkan pilihan pada suatu alternatif.

J. Salusu (1966:47)
pengambilan keputusan yaitu proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Proses itu untuk menemukan dan menyelesaikan masalah dalam organisasi.


Dasar Pengambilan Keputusan

Dasar pengambilan keputusan menurut beberapa ahli
George R. Terry
·        Intuisi
Suatu proses bawah sadar atau tidak sadar yang timbul atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi

·        Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat untuk dapat mempekira-kan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.

·        Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik

·        Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya

·        Rasional
Pada pengambilan keputusan yg berdasarkan rasional, keputusan yg dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu.


Jenis-jenis Keputusan Organisasi
Jenis Keputusan dalam sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan tersebut, Bagian mana organisasi harus dilibatkan dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut difokuskan. Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi dua bagian yaitu :
Keputusan Rutin
Keputusan Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya telah dikembangkan untuk mengendalikannya.

Keputusan Tidak Rutin
Keputusan tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin.

Jenis-jenis Keputusan menurut beberapa ahli
Louis E Boone dan David L. Kurtz (2007 : 394)
Secara umum keputusan dibedakan menjadi 2 keputusan yang diprogramkan
·        program decision
melibatkan masalah-masalah yang sederhana, umum, dan kerap terjadi dimana solusinya telah ditentukan sebelumnya. dan keputusan yang tidak diprogramkan.
·        non-programmed decision
 masalah-masalah lain yang lebih rumit.


Faktor-Faktor Yang Mepengaruhi Pengambilan Keputusan
Tekanan Dari Luar
Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu proses  yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima.

Kebiasaan Lama atau Pribadi
Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi keputusannya tersebut

Pengaruh Dari kelompok Lain
Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan kepentingan kelompok tersebut.

Faktor Pengalaman
Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah dialaminya.


Implikasi Managerial
Dalam pengambilan keputusan dibidang manajerial , seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang melatarbelakangi suatu masalah dimana keterampilan seorang pemimpin harus selalu diasah untuk menyelesaikan permaslahan yang kompleks karena membutuhkan pertimbangan yang matang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan yang terpenting dalam setiap pengambilan keputusan seorang manajer diharuskan keputusan tersebut dapat diterima oleh semua kalangan karena adanya kebijakan

Metode Pengambilan Keputusan
Elementary Methods (Metode dasar)
Metode pendekatan ini sangat simple, dan membutuhkan perhitungan untuk mendukung analisis. Metode ini sesuai untuk keadaan di mana masalah hanya diselesaikan oleh satu orang saja, alternatif yang terbatas dan ada karakter yang unik di lingkungan pembuatan keputusan.

Contok Kasus
KPK & POLRI
Pada kasus ini KPK dan POLRI memiliki tugas dan wewenang masing-masing, tetapi kedua lembaga negara ini berbeda pendapat dalam penyelesaian kasus yang ada.  Maksudnya, KPK menganalisis adanya dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di lingkungan kepolisian sampai akhirnya ada beberapa pejabat POLRI yang tersandung kasus ini.  Tetapi polisi juga mempunyai wewenang dalam penyelesaian masalah korupsi simulator SIM yang ada di instansinya. Sehingga terjadilah kesalah pahaman dalam menyelesaikan kasus ini.

KESALAHAN KPK
Memang KPK memiliki kewenangan yang besar dalam menindak kasus korupsi, namun hal inilah yang kadang meresahkan lembaga2 lain termasuk DPR, organisasi pemerintah maupun parpol, dll karena tindakannya yang kadang terkesan “over taking” atau semena-mena.

KESALAHAN POLRI
Memungkinkan nama baik Polri akan lebih tercemar lagi jika kasus korupsi di instansinya ditangani oleh KPK, tidak menutup kemungkinan oknum-oknum lainnya bisa terjerat juga menjadi tersangka . Polri juga terkesan terlambat dalam menyelesaikan kasus simulator SIM ini, karena kalah cepat dengan KPK .


KEPUTUSAN SBY (SOLUSI)

        Salah satunya keputusan SBY agar kasus simulator SIM diserahkan kepada KPK, sedangkan Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak berkaitan langsung dengan instansinya.
        KPK dan Polri diharapkan memperbarui MoU.
        Dalam hal ini tentunya SBY sudah memikirkan matang-matang keputusannya.


Daftar Pustaka
sulut.kemenag.go.id/file/file/.../xcjq1363633187.pdf
Prajudi, Atmosudirdjo S. 1982 Beberapa Pandangan Umum Tentang Pengambilan Keputusan : Decision Making. Jakarta : Ghalia Indonesia.
P.Robbins, Stephen & Mary Coulter. 2005. Management, eight edition. Erlangga: Jakart.
Salusu, J. 1966. Pengambilan Keputusan Stratejik. Jakarta : Grasindo,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar