Definisi Pengambilan Keputusan
Keputusan adalah tindakan yang diambil seseorang untuk
memecahkan masalah. Setiap keputusan akan membuat pilihan terakhir, dapat
berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita perlu untuk melakukan
sesuatu tetapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. Untuk itu keputusan dapat
dirasakan rasional atau irrasional dan dapat berdasarkan asumsi kuat atau
asumsi lemah.
Definisi
pengambilan keputusan menurut beberapa ahli
George R. Terry
pengambilan
keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku (kelakuan) tertentu dari dua
atau lebih alternatif yang ada.
Sondang P. Siagian
pengambilan
keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakikat alternatif
yang dihadapi dan mengambil tindakan yang menurut perhitungan merupakan
tindakan yang paling cepat.
James A. F. Stoner
pengambilan
keputusan adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu tindakan sebagai
cara pemecahan masalah.
Ralph C. Davis (Hasan, 2004)
pengertian
keputusan sebagai hasil pemecahan masalah yang dihadapinya dengan tegas. Suatu
keputusan merupakan jawaban yang pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan
harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang dibicarakan dalam hubungannya
dengan perencanaan. Keputusan dapat pula berupa tindakan terhadap pelaksanaan
yang sangat menyimpang dari rencana semula.
Mary Follet
pengertian
keputusan sebagai suatu atau sebagai hokum situasi. Apabila semua fakta dari
situasi itu dapat diperolehnya dan semuayang terlibat, baik pengawas maupun
pelaksana mau mentaati hukumannya atau ketentuannya, maka tidak sama dengan
mentaati perintah. Wewenang tinggal dijalankan, tetapi itu merupakan wewenang
dari hukum situasi.
Prajudi Atmosudirjo
keputusan adalah suatu
pengakhiran daripada proses pemikiran tentang suatu masalah dengan menjatuhkan
pilihan pada suatu alternatif.
J.
Salusu (1966:47)
pengambilan keputusan
yaitu proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien
sesuai situasi. Proses itu untuk menemukan dan menyelesaikan masalah dalam
organisasi.
Dasar
Pengambilan Keputusan
Dasar
pengambilan keputusan menurut beberapa ahli
George R. Terry
·
Intuisi
Suatu proses bawah sadar atau tidak sadar yang timbul
atau tercipta akibat pengalaman yang terseleksi
·
Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki
manfaat untuk dapat mempekira-kan keadaan sesuatu, dapat memperhitungkan untung
ruginya, baik-buruknya keputusan yang akan dihasilkan.
·
Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat
memberikan keputusan yang sehat, solid, dan baik
·
Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya
dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi
kedudukannya kepada orang lebih rendah kedudukannya
·
Rasional
Pada pengambilan keputusan yg berdasarkan rasional,
keputusan yg dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten
untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu.
Jenis-jenis
Keputusan Organisasi
Jenis Keputusan dalam
sebuah organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan
untuk mengambil keputusan tersebut, Bagian mana organisasi harus dilibatkan
dalam mengambil keputusan, dan pada bagian organisasi mana keputusan tersebut
difokuskan. Secara garis besar jenis keputusan terbagi menjadi
dua bagian yaitu :
Keputusan
Rutin
Keputusan
Rutin adalah Keputusan yang sifatnya rutin dan berulang-ulang serta biasanya
telah dikembangkan untuk mengendalikannya.
Keputusan
Tidak Rutin
Keputusan
tidak Rutin adalah Keputusan yang diambil pada saat-saat khusus dan tidak
bersifat rutin.
Jenis-jenis
Keputusan menurut beberapa ahli
Louis
E Boone dan David L. Kurtz (2007 : 394)
Secara umum keputusan dibedakan menjadi
2 keputusan yang diprogramkan
·
program decision
melibatkan
masalah-masalah yang sederhana, umum, dan kerap terjadi dimana solusinya telah
ditentukan sebelumnya. dan keputusan yang
tidak diprogramkan.
·
non-programmed decision
masalah-masalah lain yang
lebih rumit.
Faktor-Faktor
Yang Mepengaruhi Pengambilan Keputusan
Tekanan Dari Luar
Adanya pengaruh tekanan dari luar merupakan suatu
proses yang dapat mempengaruhi
pengambilan keputusan, dikarenakan proses cepat atau lambatnya pembuat
keputusan tergantung dari banyaknya tekanan diterima.
Kebiasaan Lama atau Pribadi
Faktor sifat yang baik maupun tidak baik yang ada
dalam diri seorang pembuat keputusan, merupakan hal yang dapat mempengaruhi
keputusannya tersebut
Pengaruh Dari kelompok Lain
Kelompok lain juga dapat mempengaruhi suatu keputusan
dikarenakan kelompok atau organisasi tersebut mempunyai keputusan yang dapat
dipertimbangkan oleh pemimpin organisasi lain dalam menyikapi masalah dan
pengaruh kelompok lain ini juga dapat menjatuhkan organisasi serta mementingkan
kepentingan kelompok tersebut.
Faktor Pengalaman
Faktor pengalaman seorang pembuat keputusan adalah hal
yang sangat penting, karena banyaknya pengalaman orang tersebut maka ia akan
berani dalam menentukan keputusan. Hal ini juga berkaitan terhadap keahlian
yang dimiliki oleh pemimpin atau anggota karena pengalaman yang pernah
dialaminya.
Implikasi
Managerial
Dalam pengambilan keputusan
dibidang manajerial , seorang pemimpin harus memperhatikan segala aspek yang
melatarbelakangi suatu masalah dimana keterampilan seorang pemimpin harus selalu
diasah untuk menyelesaikan permaslahan yang kompleks karena membutuhkan
pertimbangan yang matang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dan yang
terpenting dalam setiap pengambilan keputusan seorang manajer diharuskan
keputusan tersebut dapat diterima oleh semua kalangan karena adanya kebijakan
Metode Pengambilan Keputusan
Elementary Methods (Metode dasar)
Metode pendekatan ini sangat simple, dan membutuhkan
perhitungan untuk mendukung analisis. Metode ini sesuai untuk keadaan di mana
masalah hanya diselesaikan oleh satu orang saja, alternatif yang terbatas dan
ada karakter yang unik di lingkungan pembuatan keputusan.
Contok Kasus
KPK & POLRI
Pada kasus ini KPK dan POLRI memiliki tugas dan
wewenang masing-masing, tetapi kedua lembaga negara ini berbeda pendapat dalam
penyelesaian kasus yang ada. Maksudnya,
KPK menganalisis adanya dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di lingkungan
kepolisian sampai akhirnya ada beberapa pejabat POLRI yang tersandung kasus ini. Tetapi polisi juga mempunyai wewenang dalam
penyelesaian masalah korupsi simulator SIM yang ada di instansinya. Sehingga
terjadilah kesalah pahaman dalam menyelesaikan kasus ini.
KESALAHAN KPK
Memang KPK memiliki kewenangan yang besar dalam
menindak kasus korupsi, namun hal inilah yang kadang meresahkan lembaga2 lain
termasuk DPR, organisasi pemerintah maupun parpol, dll karena tindakannya yang
kadang terkesan “over taking” atau semena-mena.
KESALAHAN POLRI
Memungkinkan nama baik Polri akan lebih tercemar lagi
jika kasus korupsi di instansinya ditangani oleh KPK, tidak menutup kemungkinan
oknum-oknum lainnya bisa terjerat juga menjadi tersangka . Polri juga terkesan
terlambat dalam menyelesaikan kasus simulator SIM ini, karena kalah cepat
dengan KPK .
KEPUTUSAN SBY (SOLUSI)
• Salah satunya keputusan SBY agar kasus simulator SIM
diserahkan kepada KPK, sedangkan Polri menangani kasus-kasus lain yang tidak
berkaitan langsung dengan instansinya.
• KPK dan Polri diharapkan memperbarui MoU.
• Dalam hal ini tentunya SBY sudah memikirkan
matang-matang keputusannya.
Daftar
Pustaka
sulut.kemenag.go.id/file/file/.../xcjq1363633187.pdf
Prajudi,
Atmosudirdjo S. 1982 Beberapa
Pandangan Umum Tentang Pengambilan Keputusan : Decision Making. Jakarta
: Ghalia Indonesia.
P.Robbins, Stephen
& Mary Coulter. 2005. Management,
eight edition. Erlangga: Jakart.
Salusu, J.
1966. Pengambilan Keputusan
Stratejik. Jakarta : Grasindo,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar