Teori
Organisasi Umum 1
1.
Pengertian Organisasi
Ø
“Organisasi”
sebenarnya berasal dari bhs Yunani, “organon” atau dalam bhs Latin, disebut
“organum” yang artinya “alat, bagian, atau anggota badan”. Selanjutnya seiring
berjalannya waktu, terjadilah perkembangan dalam pengertiannya.
Ø
Secara
umum, organisasi didefinisikan sebagai suatu alat/sistem/wadah untuk mengadakan
sebuah perkumpulan secara kelompok sehingga didalamnya terdapat suatu hubungan
timbal balik dan bekerja sama secara rasional, sistematis, dan terkontrol demi
mencapai suatu tujuan tertentu dengan pola tertentu yang perwujudannya memiliki
kekayaan baik fisik maupun non fisik dan dapat dimanfaatkan secara efektif dan
efisien.
Ø Pengertian
Organisasi menurut ahli
1)
Rosenzweig
Organisasi dapat dipandang sebagai :
Organisasi dapat dipandang sebagai :
·
Sistem sosial, yaitu orang-orang dalam
kelompok
·
Integrasi atau kesatuan dari
aktivitas-aktivitas orang-orang yang bekerja sama
·
Orang-orang yang berorientasi atau
berpedoman pada tujuan bersama
2) Matthias
Aroef
Suatu
organisasi terjadi apabila sekelompok orang bekerja bersama sama untuk mencapai
tujuannya
3) Pfiffner
dan Sherwood
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis
Organisasi sebagai suatu pola dari cara-cara dalam mana sejumlah orang yang saling berhubungan, bertemu muka, secara intim dan terkait dalam suatu tugas yang bersifat kompleks, berhubungan satu dengan yang lainnya secara sadar, menetapkan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan semula secara sistematis
4) Bakke
Organisasi merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan
Organisasi merupakan sebuah sistem yang kontinue dari penggunaan, pemindahan aktivitas-aktivitas manusia yang dibebankan dan dikoordinasikan, sehingga membentuk suatu kumpulan tertentu yang terdiri dari manusia, material, kapital, gagasan, dan sumber daya alam ke dalam suatu keseluruhan pemecahan persoalan
5) Allen
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
Organisasi adalah suatu proses identifikasi dan pembentukan serta pengelompokan kerja, mendefinisikan dan mendelegasikan wewenang maupun tanggung jawab dan menetapkan hubungan - hubungan dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerjasama secara efektif dalam menuju tujuan yang ditetapkan.
6) James
D Mooney
berpendapat
bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment
of common purpose” atau organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk
pencapaian suatu tujuan bersama.
7)
Drs. Malayu S.P Hasibuan
mengatakan
“organisasi ialah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan
terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu.
Organisasi hanya merupakan alat dan wadah saja.”
8)
Chester L Bernard (1938)
mengatakan
bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define
organization as a system of cooperative of two or more persons) yang sama-sama
memiliki visi dan misi yang sama.
9)
Paul Preston dan Thomas Zimmerer
mengatakan
bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam
kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.”
(Organization is a collection people, arranged into groups, working together to
achieve some common objectives).
10)
Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro
mengatakan
“organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja
antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk
bersama-sama mencapai tujuan tertentu.
11)
Prof Dr. Sondang P. Siagian
mendefinisikan
“organisasi ialah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang
bekerja bersama serta secara formal terikat dalam rangka pencapaian suatu
tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang /
beberapa orang yang disebut atasan dan seorang / sekelompok orang yang disebut
dengan bawahan.”
12)
Stoner
mengatakan
bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana
orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
menyatakan
bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan
secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang
bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan
bersama atau sekelompok tujuan.
14)
Dimock
organisasi
adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent
part to form a unified whole through which authority, coordination and control
may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara
sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk
membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan
pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).
Di
dalam point ketiga ini, dapat dilihat bahwa sejatinya pengertian/ definisi
organisasi menurut para ahli tidak jauh berbeda. Mereka hanya memiliki
pandangan yang berbeda dan cara pengungkapan yang berbeda dalam mendefinisikan
sebuah organisasi itu sendiri.
Ø Pengertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi
Formal
·
Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.
·
Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak SD, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.
2.
Manajemen dan Organisasi
Ø
Dalam manajemen masuk ke dalam
organisasi. Dalam kalimat yang sederhana, manajemen berarti juga proses
mengatur segala hal dalam organisasi. Manajemen, menurut Robbins, memiliki beberapa fungsi yang
harus dilakukannya dalam mengelola organisasi:
·
Perencanaan
·
Pengorganisasian
·
Kepemimpinan
·
Pengendalian
Fungsi perencanaan meliputi
menentukan tujuan organisasi, menetapkan suatu strategi keseluruhan untuk
mencapai tujuan, dan mengembangkan suatu hirarki rencana yang menyeluruh untuk
memadukan dan mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.
Fungsi pengorganisasian merupakan tanggung jawab dalam
perancangan struktur organisasi. Fungsi ini mencakup penetapan tugas-tugas apa
yang harus dilakukan, siapa yang harus melakukan, bagaimana tugas-tugas itu
dikelompokkan, siapa melapor kepada siapa, di mana keputusan harus diambil.
Semua organisasi terdiri dari orang-orang, dan adalah tugas
manajemen untuk mengarahkan dan mengkoordinasi mereka. Inilah fungsi kepemimpinan.
Saat mereka memotivasi bawahan, mengarahkan kegiatan orang lain, memilih
saluran komuniakasi yangpaling efektif, atau memecahkan konflik antara anggota,
mereka itu sedang melaksanakan kepemimpinan.
Fungsi pengendalian merupakan fungsi yang terakhir. Setelah
tujuan-tujuan ditentukan, rencana-rencana dirumuskan, pengaturan struktural
digambarkan, dan orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan dimotivasi, masih ada
kemungkinan bahwa ada sesuatu yang keliru. Untk memastikan bahwa semua urusan
berjalan seperti seharusnya, manajemen harus memantau kinerja organisasi.
Kinerja yang sebenarnya harus dibandingkan dengan tujuan-tujuan yang ditetapkan
sebelumnya. Jika terdapat penyimpangan yang cukup berarti, adalah tugas
manajemen utnuk mengembalikan organisasi itu pada jalurnya. Pemantauan,
pembandingan, dan kemungkinan mengoreksi inilah yang diartikan dengan fungsi
pengendalian.
3. Manajemen
dan Tata Kerja
Ø Tata kerja adalah satu cara bagaimana agar
sumber-sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan
dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat
pula. Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan
pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu
pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
·
Menghindari
terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang
tersedia.
·
Menghindari kemacetan-kemacetan dan
kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
·
Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan
koordinasi yang tepat.
Ø Jadi hubungan antara
manajemen dan tata kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan
sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk
pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus
dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia
4.
Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Ø hubungan
antara menejemen, organisasi dan tata kerja sendiri sebagai berikut :
·
Manajemen : proses kegiatan pencapaian
tujuan melalui kerja sama antar manusia satu sama lain.
·
Organisasi : alat bagi pencapaian tujuan
dan alat bagi pengelompokkan kerja sama
·
Tata Kerja : pola cara-cara bagaimana
kegiatan kerja sama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara
efisien
Hubungan dari ketiga kata tersebut adalah sama-sama mengarah pada keinginan mencapai suatu tujuan.
Hubungan dari ketiga kata tersebut adalah sama-sama mengarah pada keinginan mencapai suatu tujuan.
5.
Ciri-ciri organisasi
Ø Sebagai suatu wadah atau sistem tentunya organisasi memiliki
ciri-ciri yang dapat di amati entah dalam ciri-ciri secara umum maupun secara
khusus.
Berikut ini adalah ciri- ciri
organisasi secara umum :
·
Terdapat sebuah kelompok orang yang
dapat dikenal dan saling mengenal.
·
Terdapat kegiatan yang berbeda-
beda, tapi saling berkaitan ( interdependent part ) yang merupakan kesatuan
kegiatan.
·
Masing- masing orang memberikan
kontribusi berupa pemikiran, tenaga, dsb.
·
Terdapat kewenangan, koordinasi dan
pengawasan.
·
Terdapat tujuan yang ingin dicapai.
Ø Selain ciri secara umum diatas, ada pula cirri-ciri sebuah
organisasi modern yang mana organisasi pada saat ini telah berkembang menjadi
sedemikian rupa. Berikut ini Ciri-ciri organisasi Modern
·
Organisasi bertambah besar
·
Pengolahan data semakin cepat
·
Penggunaan staf lebih intensif
·
Kecendrungan spesialisasi
·
Adanya prinsip-prinsip atau
azas-azas organisasi
·
Unsur-unsur organisasi lebih lengkap
Ø
Ciri-ciri
organisasi Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebagai berikut :
1.
Formalitas, merupakan ciri
organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada
peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan,
strategi, dan seterusnya.
2.
Hierarkhi, merupakan ciri organisasi
yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk
piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan
kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada
organisasi tersebut.
3.
Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal
ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan
sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya
dikenal dengan gejala “birokrasi”.
4.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi
lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.
Ø
Ada juga yang menyatakan bahwa
organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan
keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
1.
Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi)
jelas. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh
ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi
aspirasi anggotanya.
2.
Memiliki identitas yang jelas.
Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki
identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi,
tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain
sebagainya.
3.
Keanggotaan formal, status dan
peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai
dengan batasan yang telah disepakati bersama.
6.
Unsur-Unsur Organisasi
Ø Organisasi memiliki beberapa unsur
diantaranya :
1) Manusia(man)
: dalam keorganisasian, manusia sering disebut sebagai pegawai atau personel
yang terdiri dari semua anggota organisasi tersebut yang menurut fungsi dan
tingkatannya terdiri dari pimpinan(administrator) sebagai unsur pimpinan
tertinggi dalam organisasi, manajer yang memimpin tiap-tiap satuan unit kerja
yang sudah dibagikan sesuai dengan tugas dan fungsinya, dan para pekerja.
2) Kerjasama(team work)
: suatu kegiatan bantu-membantu antar sesama anggota organisasi yang dilakukan
bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. oleh karena itu, anggota organisasi
dibagi menjadi beberapa bagian sesuai fungsi, tugas dan tingkatannya
masing-masing.
3) Tujuan bersama
: adalah arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan merupakan titik akhir dari apa
yang diharapkan atau dicapai dalam organisasi. Setiap anggota sebuah organisasi
harus mempunya tujuan yang sama agar organisasi tersebut dapat berjalan sesuai
dengan keinginan bersama.
4) Peralatan(equipment)
: segala sesuatu yang digunakan dalam organisasi seperti uang, kendaraan,
gedung, tanah dan barang modal lainnya.
5) Lingkungan(environtment)
: yang termasuk kedalam unsur lingkungan adalah :
·
Kondisi atau situasi yang secara
langsung atau tidak langsung mempengaruhi berjalannya organisasi karena kondisi
atau situasi sangat dekat hubungannya dengan organisasi dan anggotanya
·
Tempat atau lokasi, karena
mempengaruhi sarana transportasi dan komunikasi
·
Wilayah operasi yang dijadikan
sarana kegiatan organisasi, wilayah operasi dibagi menjadi empat, yaitu wilayah
kegiatan,wilayah jangkauan, wilayah personil, wilayah kewenangan atau kekuasaan
6) Kekayaan
alam yang dimaksud adalah cuaca, keadaan
geografis, flora dan fauna.
7) Kerangka/kontruksi
mental organisasi itu sendiri.
Ø Secara garis besar organisasi mempunyai tiga unsur yaitu :
·
Manusia.
·
Kerjasama.
·
Tujuan bersama-sama.
Ø
Dari ketiga unsur tersebut saling terkait
dan mempunyai satu kesatuan. dari berbagai macam teori organisasi yang di
kemukakan oleh para ahli tidak ada satu pun yang memiliki kebenaran mutlak. dan
antara teori organisasi yang satu dengan yang lain saling melengkapi.
Ringkasnya, unsur-unsur organisasi
dapat dikatakan sebagai berikut :
·
Sebagai wadah atau tempat untuk bekerja sama.
·
Proses kerja sama sedikitnya antara dua orang
·
Jelas tugas dan kedudukannya masing-masing
· Ada
tujuan tertentu
7.
Teori Organisasi
Ø
Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional).
Teori klasik (classical theory) berisi konsep-konsep tentang
organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oelh para
teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya
terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku
tidak mengandung kreativitas. Teori klasik ini mengandung 3 teori lain,
diantaranya :
·
Teori Birokras
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber
dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism. Kata birokrasi
mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena
wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang
dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan
tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
·
Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar
dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa
serta Mooney dan Reily dari Amerika.Henry Fayol industrialis dari Perancis,
pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi
dasar perkembangan teori administrasi adalah :
§ Pembagian kerja (division of work)
§
Wewenang dan tanggung jawab
(authorityand responsibility)
§
Disiplin (discipline)
§
Kesatuan perintah (unity of command)
§
Kesatuan pengarahan (unity of
direction)
§
Mendahulukan kepentingan umum
daraipada pribadi
§
Balas jasa (remuneration of
personnel)
§
Sentralisasi (centralization)
§
Rantai scalar (scalar chain)
§
Aturan (oreder)
§
Keadilan (equity)
§
Kelanggengan personalia (stability
of tenure of personnel)
§
Inisiatif (initiative)
§
Semangat korps (spirit de corps)
·
Manajemen Ilmiah
Manajemen ilmiah (scientific management) dikembangkan mulai
tahun 1900 oleh Frederick Winslow Taylor. Ada 2 pendapat tentang manajemen
ilmiah. Pendapat pertama mengatakan manajemen ilmiah adalah penerapan metode
ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Pendapat
kedua mengatakan manajemen ilmiah adalah seperangkat mekanisme atau teknik “a
bag of tricks” untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi.
Ø Teori Neo
Klasik (Teori Hubungan atau Manusiawi
Teori neoklasik secara sederhana sebagai teori/aliran
hubungan manusiawi (The human relation movement). Teori neoklasik dikembangkan
atas dasar teori klasik. Anggapan teori ini adalah menekankan pentingnya aspek
psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok
kerjanya atas dasar anggapan ini maka teori neoklasik mendifinisikan “suatu
organisasi” sebagai sekelompok orang dengan tujuan bersama.
Ø
Teori Organisasi Modern
Teori modern disebut juga sebagi analisa system pada
organisasi merupakan aliran besar ketiga dalam teori organisasi dan manajemen.
Teori modern melihat pada semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan &
saling ketergantungan, yang didalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah
suatu system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi
organisasi merupakan system terbuka.
8.
Organisasi Niaga
Ø Organisasi
Niaga Adalah Suatu organisasi yang sifatnya untuk mencapai suatu keuntungan.
Organisasi ini sering kita temui dalam kehidupan yang berbasis globalisasi saat
ini, dengan faktor ekonomi yang semakin berkembang menjadikan Organisasi Niaga
semakin pesat pula. Adapun Macam-Macam Organisasi Niaga Antara Lain:
·
Perseroan Terbatas (PT)
·
Perseroan Komanditer (CV)
·
Joint
Ventura
·
Firma (FA)
·
Koperasi
·
Trust
·
Kartel
·
Holding Company
9.
Organisasi Sosial.
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial
yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan
hukum maupun yang tidak berbadan hukum,
yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa
dan negara. Sebagai makhluk
yang selalu hidup bersama-sama, manusia
membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak
dapat mereka capai sendiri.
10.
Organisasi Regional dan Internasional
Ø Organisasi regional mempunyai wilayah kegiatannya
bersifat regional, dan keanggotaan hanya diberikan bagi negara-negara pada
kawasan tertentu saja.
contoh dari
organisasi regional :
1)
APEC
: Asia Pasific Economic Cooperation ( organisasi kerja samaa negara-negara
kawasan Asia Pasifik di bidang ekonomi )
2)
EEC :
Europe Economic Community ( Masyarakat Ekonomi Eropa ) kawasan Eropa
3)
ASEAN
: Association of South East Asian Nation
Ø Organisasi internasional adalah suatu bentuk
organisasi dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki
tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga merupakan isi dari perjanjian atau
charter.
Contoh
organisasi-organisasi internasional adalah :
1)
PBB
Perserikatan
Bangsa-Bangsa atau PBB (United Nations atau UN) adalah sebuah
organisasi internasional yang anggotanya hampir seluruh negara di dunia.
Lembaga ini dibentuk untuk memfasilitasi dalam hukum internasional, pengamanan
internasional, lembaga ekonomi, dan perlindungan sosial. Perserikatan
Bangsa-bangsa didirikan di San Fransisco pada tanggal 24 Oktober 1945 setelah
Konferensi Dumbarton Oaks di Washington DC, namun sidang umum yang pertama
dihadiri wakil dari 51 negara dan baru berlangsung pada 10 Januari 1946 (di
Church House, London).
Dari 1919 hingga
1946, terdapat sebuah organisasi yang mirip, bernama Liga Bangsa-bangsa, yang
bisa dianggap sebagai pendahulu PBB. Sejak didirikan di San Fransisco pada 24
Oktober 1945, sedikitnya 192 negara menjadi anggota PBB. Semua negara yang
tergabung dalam wadah PBB menyatakan independensinya masing-masing, selain
Vatikan dan Takhta Suci serta Republik Cina (Taiwan) yang tergabung dalam
wilayah Cina pada 1971. Hingga tahun 2007 sudah ada 192 negara anggota PBB.
Sekretaris Jendral PBB saat ini adalah Ban Ki-Moon asal Korea Selatan yang
menjabat sejak 1 Januari 2007.
2)
NATO
Pakta Pertahanan
Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organisation/NATO) adalah sebuah
organisasi internasional untuk keamanan bersama yang didirikan pada tahun 1949,
sebagai bentuk dukungan terhadap Persetujuan Atlantik Utara yang ditanda
tangani di Washington, DC pada 4 April 1949. Nama resminya yang lain adalah
dalam bahasa perancis : l’Organisation du Traité de l’Atlantique Nord
(OTAN).
Pendapat/Kesimpulan
1.
Pengertian
Organisasi
Organisasi adalah
kumpulan beberapa orang yang diketuai untuk mencapai tujuan bersama.
2. Manajemen dan Organisasi
Manajemen juga berproses mengatur
segala hal dalam organisasi sehingga
dapat menentukan tujuan organisasi
dan strategi keseluruhan untuk mencapai tujuan dengan memadukan dan
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan.
3. Manajemen dan Tata Kerja
Manajemen dalam Tata kerja yaitu suatu cara
bagaimana agar sumber-sumber dan waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan
sebaik mungkin sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan
baik.
4. Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
Hubungan
antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja yaitu sama-sama mengarah pada
keinginan untuk mencapai suatu tujuan.
5. Ciri-ciri organisasi
·
Terdapat sebuah kelompok orang yang
dapat dikenal dan saling mengenal.
·
Terdapat kegiatan yang berbeda-
beda, tapi saling berkaitan ( interdependent part ) yang merupakan kesatuan
kegiatan.
·
Masing- masing orang memberikan
kontribusi berupa pemikiran, tenaga, dsb.
·
Terdapat kewenangan, koordinasi dan
pengawasan.
·
Terdapat tujuan yang ingin dicapai.
6. Unsur-Unsur Organisasi
·
Manusia.
·
Kerjasama.
·
Tujuan bersama-sama.
7. Teori Organisasi
·
Teori Organisasi Klasik (Teori Tradisional).
·
Teori Neo Klasik (Teori Hubungan
atau Manusiawi
·
Teori Organisasi Modern
8. Organisasi Niaga
Organisasi
Niaga adalah suatu organisasi yang tujuannya untuk mencapai suatu keuntungan.
9. Organisasi Sosial.
Organisasi Sosial adalah suatu
organisasi yang dibentuk oleh masyarakat untuk mencapai tujuan yang sama.
10.
Organisasi
Regional dan Internasional
Organisasi
Regional mempunyai wilayah kegiatan yang bersifat regional, dan keanggotaan
hanya diberikan bagi negara-negara pada kawasan tertentu saja.
Organisasi
Internasional adalah suatu bentuk organisasi dari gabungan beberapa negara atau
bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yg juga
merupakan isi dari perjanjian atau charter.
Pustaka
http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/http://www.akademik.unsri.ac.id/download/journal/files/gdr/OUTLINE%20TOU%201%20terbaru%2010%20desember.ppt
http://dunia-novi.blogspot.com/2009/10/arti-penting-organisasi.html
http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/56
http://itscitrablog.blogspot.com/2011/10/arti-pentingnya-organisasi-dan-metode.html